Senin, 18 Maret 2013

Cinta, Rumit Sekali


"Apabila harapmu sudah purna, saat itulah lukamu jadi purnama. Betapa manusia memang selalu punya takdir hidup yang rumit. Beruntunglah ciptaan-ciptaan Tuhan yang menjalani hidup sesederhana instingnya. Pergi kala lapar, pulang kala kenyang, kawin, mati, lalu terkubur dalam tanah, terurai mikrobia, menjadi bahan organik, kemudian diserap tanaman dan tumbuh menghidupi hewan-hewan dan manusia."




Lanjutan cerpen ini bisa dibaca di Buku Kumpulan Cerpen dan Fiksimini "Dunia di Dalam Mata" (Motion, 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar