Senin, 15 Oktober 2012

Yang Kita Rindu di Musim Kering


[dua] Risalah Hujan

Banyak hujan jatuh yang tidak pernah sampai ke tanah
mereka tertahan di dedaunan, di dahan-dahan,
di gedung-gedung tinggi penelan cahaya mentari

kemudian satu per satu dari hujan
menjadi uap di udara
hendak menjadi hujan kembali

hujan yang lain berhasil menginjak bumi
beberapa tak mampu menembus tanah
tertahan di permukaan

kemudian satu per satu dari hujan
menjadi luap di darat
hendak mengungkap amarah

hujan paling bahagia adalah yang terkubur di tanah
mereka melepas rindu pada kenangan

kemudian satu per satu dari hujan
menjadi hidup di diri alam


Senin, 01 Oktober 2012

Dicari, Walikota yang Peduli Tata Ruang!


(Harian FAJAR,  15 September 2012)
 
Judul tulisan ini sengaja menggunakan tanda seru untuk mengesankan keadaan yang resah. Pertama, keadaan Kota Makassar sekarang ini sudah masuk dalam kategori yang cukup meresahkan. Kedua, para bakal calon walikota yang sudah mempromosikan dirinya hanya sibuk menebar citra dibanding menebar gagasan untuk pembangunan Kota Makassar yang berkelanjutan.
Meski Pilkada Makassar masih cukup lama, seluruh bakal calon sudah mengencangkan ikat pinggangnya dalam meraih simpati publik. Di seluruh sudut kota, tak satu pun yang terlewatkan untuk dijadikan titik kampanye. Setiap hari, warga Makassar, disuguhi foto-foto para calon kontestan Pilkada, entah baliho, spanduk, maupun sticker yang terpampang di mobil angkutan kota.
Harapan publik Kota Makassar sebenarnya hampir  sama dengan harapan warga DKI Jakarta yang kini telah melangsungkan Pilgub putaran kedua. Arus harapan masyarakat mengarah kepada perbaikan kualitas hidup di kota. Wacana yang berkembang berputar pada isu perkotaan seperti kemacetan, banjir, kekumuhan, dan kemiskinan.