Rabu, 30 Mei 2012

JK Bukan Hanya Milik Sulsel


: Fitrawan Umar

 
Seperti lazimnya pentas pertarungan politik, meski tempat yang dituju masih cukup jauh, jalan raya menuju kosong satu RI sudah dipenuhi hiruk pikuk keramaian dari berbagai penjuru. Ruas-ruas jalan mulai sesak oleh wacana pencalonan presiden yang perhelatannya masih dua tahun lagi.
Di media-media Sulsel, tak kalah ributnya memberitakan ihwal siapa-siapa yang akan maju ataupun terpilih dalam pilpres 2014. Mengenai itu, satu-satunya tokoh di Sulsel yang paling sering menjadi trend topic ialah Jusuf Kalla. Terlebih ketika wacana Rapimnas khusus Partai Golkar bergulir, dan sepertinya akan menjadi lampu merah untuk JK menggunakan kendaraan Golkar menuju RI 1.

Minggu, 20 Mei 2012

Tetakdir




Aku percaya saja, takdir serupa bianglala; 
ada saat di atas, ada saat di bawah. 
Takdir memang serupa permainan. Lucunya, kita suka itu.


Minggu, 13 Mei 2012

Pertanyaan


Ada banyak orang yang menciptakan pertanyaan kemudian ia jawab sendiri, 
sekadar menghibur resahnya

Tidakkah kita mengerti tentang perpustakaan dalam otak manusia?
Di sana memang akan bertumpuk tanda tanya, 
namun juga ada A sampai Z katalog jawaban
Kita-lah yang mencipta semua itu

Lantas, mengapa ada kosakata yang memancing kita untuk tidak diam akan pertanyaan?

Ai, mungkin kita hanya ragu pada jawaban yang sebenarnya adalah realitas

Rabu, 09 Mei 2012

Kegenitan Novel "Lontara Rindu"

"Di antara sepuluh penantian, hanya dua yang berbuah pertemuan. Delapan lainnya menyisakan sesal dan lara berkepanjangan" (S.Gegge Mappangewa)
**
Benar kata Basri, Redaktur Budaya FAJAR, dalam acara “Launching dan Bedah Buku Lontara Rindu” (6 Mei 2012), bahwa novel “Lontara Rindu” memang tepat untuk dijadikan bahan pembelajaran sebagai novel penggugah hati, pembentuk karakter, dan pengasah jiwa. Benar pula bahwa kita mesti apresiasi lahirnya novel “Lontara Rindu” sebagai juara pertama Sayembara Menulis Novel Republika, sebuah kontes novel nasional yang cukup bergengsi di tanah air. 

Kamis, 03 Mei 2012

Menziarahi Ki Hajar Dewantara


Andai Aku Seorang Belanda

Adalah tulisan Ki Hajar Dewantara di Tahun 1913 saat merespon persiapan perayaan seratus tahun kemerdekaan Belanda. Ki Hajar menggugat pemerintahan Belanda yang menarik uang dari rakyat jajahannya untuk pesta perayaan itu. Betapa ketidakadilan dicium Ki Hajar. Belanda berpesta atas kemerdekaannya lepas dari Perancis, sementara di saat bersamaan mereka sedang menjajah negara lain.