Rabu, 25 April 2012

Sedekat Diri



''Perjalanan yang paling panjang dan paling melelahkan adalah perjalanan masuk ke dalam diri kita sendiri.'' (Dag Hammersjold, mantan sekjen PBB)
**
Sudahkah kita mengenali diri sendiri? Ada saat di mana kita semestinya menarik diri dari diri-diri yang lain. Memisahkan beberapa jenak diri dari manusia-manusia Bumi. Membiarkan jiwa memantulkan cerminnya sendiri. Siapakah diri yang asing ini? 

Ada orang yang seumur hidup tidak pernah mengenali dirinya. Maka belajar tentang diri sendiri adalah pekerjaan kehidupan. Memahami keberadaan diri menjadi sesuatu yang niscaya.

“Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka sungguh dia akan mengenal Rabb (Tuhan)-Nya”. (Al-Hadits)

Gie selalu merasa sepi sehingga lebih memilih gunung sebagai karib. Bediskusi dengan alam, bercengkerama dengan pohon-pohon lirih.  Mungkin memang sepi semacam alasan agar seseorang bisa merenungi sesuatu yang lain. Tentang diri sendiri. Tentang alam. Tentang mengapa semua itu ada. 

Hati sebetulnya selalu jujur berbicara tentang diri. Ia tahu apa yang kita rasa, melebihi pengetahuan kita tentang rasa itu sendiri. Namun, hati tidak semisal dengan kunci-kunci jawaban Ujian Nasional yang dengan mudah bocor meski habis keringat Pak Menteri dan Polisi menjaga. Hati hanya bisa didengar melalui headset yang sensitif, sesensitif cahaya.

Sekali dua waktu, cahaya-cahaya itu mesti kita cari, lalu membenamkannya ke dalam hati. Kemudian, bisikkanlah tentang siapa diri ini di dunia? 

Adalah sejarah yang bercerita, pencarian jati diri sama panjangnya dengan usia kehidupan umat manusia. Adam as baru mengenali dirinya saat terusir dari Surga. Maka tatkala itu berdoalah ia:
“Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raaf : 23)
**
Mengenali diri tidak melulu bercerita tentang posisi kehambaan kita kepada Tuhan. Tetapi pula, mengetahui potensi, menemukan kelemahan, memaklumi segala takdir diri adalah cara untuk berjalan masuk ke dalam diri sendiri. Dari sana, kita bisa mengerti: diri tidaklah hanya tubuh dan sebuah nama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar