Jumat, 27 April 2012

Merapal Doa




"Doaku sederhana: semoga doamu terkabulkan"
**
Shuhufi Abdullah pernah mengisahkan prihal dua orang lelaki yang terdampar di Pulau.
Mungkin kamu sudah mendengar ceritanya.
Di saat terdampar dan harapan sudah hampir tiada itu, dua lelaki ini menengadahkan tangan,
seolah berlomba mencuri perhatian Sang Pencipta. Merapal doa-doa.



Lelaki pertama memohon hendak diberi selimut. Sebab sungguh dingin tak mampu dicegah rasukannya.
Selimut pun hadir. Dikirim Tuhan. Lelaki kedua masih khusyuk. Diam, menekuri doa-doanya.
Lelaki pertama kembali memohon diberi pasangan hidup. Sebab sungguh sepi tak mampu dibunuh gigilnya.
Wanita pun datang. Dikirim Tuhan. Lelaki kedua masih hening. Diam, mencandui doa-doanya.
Beberapa lama, lelaki pertama berdoa agar diberi perahu tuk meninggalkan pulau. Sebab pulau sungguh suram tuk didiami.

Perahu pun tercipta.
Lelaki pertama sekejap bergegas bersama sang wanita meninggalkan pulau. Meninggalkan lelaki kedua yang dibalut sunyi.

Dan, terdengarlah Suara Langit itu: "Hai Fulan, Engkau sungguh keterlaluan, tidak tahu balas budi, mengapa temanmu kau tinggalkan?"
Lelaki pertama ini dengan tegak berkata, "Bukankah yang aku peroleh adalah berkat doaku?
Bukankah Tuhan mengasihiku? Lihatlah dia, Tuhan saja tidak peduli dengannya, tidak satu pun doanya dikabulkan."

Suara Langit pun bergelegar:
"Hai Fulan engkau salah. Doa temanmu itulah yang dikabulkan Tuhan. Sejak awal ia melihatmu berdoa, maka tidak ada lain dari doanya kecuali ia berkata: Tuhan, kabulkanlah setiap doa temanku itu. Maka Tuhan pun mengabulkannya."
**
Seperti demikianlah. Saling mendoakanlah kita dalam kebaikan, dalam kesabaran. Sebutlah nama orang-orang yang kau kasihi dalam doamu. Mohonlah semoga diberi kebaikan, kebahagiaan, dan keselamatan. Sebab, kata orang, kita tidak pernah tahu melalui mulut siapa doa itu terkabulkan.
                                                                               **
Ada yang pernah bilang begini:
"Mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari jauh."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar