Selasa, 17 April 2012

Air Mata-Mata Air



Bubuk air mata?
Iya, jawabmu.

Bertahun-tahun aku masih menyimpan bubuk itu
pemberian ibu. Untuk apa, Ibu?
Ibu tak langsung menjawab

“Seduhlah saat kau butuh.”
“Bukannya aku masih punya air mata, Ibu?”
“Ini air mata ibu.”

Bertahun-tahun aku masih menyimpan bubuk itu
Tak pernah lagi kutanya mengapa
Saat pulang, ibu selalu menyambut gembira
pasti ada sajian di meja makan

 Makassar, 10 Maret 2012
 Puisi ini pernah dimuat di Harian Cakrawala Makassar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar